Showing posts with label Inspiring Stuff. Show all posts

Malaikat Juga Tahu..  

Posted by Sweetkimitha


Lelahmu...jadi lelahku juga
Bahagiamu...bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s'lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

Satu diantara lagu terkeren yang pernah kudengar.. Speechless dengernya..Membuatku jatuh cinta lagi dan lagi pada karya Dee..
This song I dedicated to samwan :)) (jangan muntah yaaa..)"Cinta adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang"

Only Superstition Koq.. (Kisah Ngambeknya Si Kuda Biru)  

Posted by Sweetkimitha


Kejadian ini kualami kurang lebih seminggu yang lalu bersama adek semata wayangku. (FYI: Si Kuda Biru adalah sebutan buat sepeda motor Mio biru yang setia menemani kami setahun terakhir ini, kedengaran maksa yah? He2..). Jam 10an kami berdua sudah siap untuk cabut menuju pusat grosir komputer di Matahari Pasar Besar. Tujuan utama adalah mencari memory laptop dan tujuan sekunder (halah..) adalah motongin celana kainku yang dua biji itu. Well, everythin’s going so smooth tapi entah adekku yang bawa motor (aku gak bisa bawa sodara-sodara, poor me!) malah nyeletuk “Koq perasaan sepeda ini jalannya koq lebih lambat dari biasanya yah?”
“Yee, sepeda motor koq pake perasaan” balasku. Dia hanya terkekeh.
Akhirnya sampai juga di tujuan. Masih sepi dan banyak toko yang belum buka waktu itu. Karena pilihannya terbatas, maka kami berkeliling ke beberapa toko tersebut, tapi hasilnya nihil. So, dengan sedikit kecewa kami melangkah turun dan menuju penjahit jeans langganan. Ternyata tempatnya pindah, jadi sempat ngirain sudah gak disitu lagi. Untunglah mata elangku (ceileh..) cukup jeli melihat ke sekeliling dan menangkap sesosok pria dengan mesin jahit dan setumpuk celana jeans yang hendak dipermak atau sekedar dipotong aja. Berhubung pasiennya lumayan banyak, si Akang itu menyarankan buat ditinggal dan diambil keesokannya. Yowisla, Kang..akhirnya kami liat-liat asesoris cewek (many kind of girl-thingy stuff gitu deh..), tapi gak ada yang bikin ‘mupeng’ tuh.
“Kalo gitu kita ke Sumbersari ajah, Mbak” ajak adekku.
“Ayo deh..”
Eh, si Akang manggil-manggil lagi deh kayaknya. “Walah, jangan-jangan si Akang gak sanggup lagi” batinku. Kami pun mendekat.
“Mbak, ditunggu aja deh. Kalo celana kain bisa cepet koq, daripada besok harus balik sini lagi” tawarnya
“Wah, baik juga nih..” aku kembali membatin
“Oke deh, Kang..” aku segera menyeret kursi plastik di dekatku untuk menghempaskan pantatku barang beberapa menit.
Tarrram..finally kelar juga. Jahitannya rapi jali. Kusodorkan uang 8000an sebagai ongkosnya.
“Makasih, Kang” aku pamit dan berlalu.
Sekarang menuju daerah Sumbersari. Here we go..Lha, ternyata daerah deket pasar muacettttt pol. Mana dapet posisi deket truk gula yang bongkar muatan lageee. Ngeri euy, kalo ketiban karung segede gitu mah lumayan banget. Bruuuk..craaakk..hiyaaa..beneran deh, butiran gula yang lumayan banyak menyembur ke arahku, dan aku segera sibuk membersihkan diri dari butir-butir sumber rasa manis itu. B****. Untung kemacetan segera berakhir. Thanx, God..
Pas lewat daerah Sutami, mata adekku tertambat pada toko komputer yang letaknya bersebelahan dan berhadapan dengan kuburan itu loo..lupa namanya.
“Mbak, coba cari disitu yah..” kata adek
“Aku ngikut deh..” pasrahku
Akhirnya dia masuk ke toko dan aku menunggunya di sebelah toko itu. Malang panas buangetttt! Nyesel juga tadi keluar siang-siang gini. Ternyata (lagi lagi..) barangnya kosong. Jadi langsung ke tujuan akhir, Sumbersari.
“Lho, ini koq ga bisa distarter, Mbak” keluh adek
“Yang bener?coba dulu deh..ato pake starter kakinya..” saranku
Setelah beberapa saat mencoba ternyata teuteup ngadat. Wah, kasus baru nih..
Akhirnya di tengah terik kota Malang, beriringanlah dua makhluk manis nan mungil itu menuju bengkel terdekat. Alhamdulillah, gak jauh dari sana ada bapak-bapak lagi nongkrong di depan bengkel. Jadi semangat lagi..
Langkah 1: Minta diisi air aki. Aku inget betul udah lama gak ngisi. Trus sama si bapak dicoba starter. Gak mau hidup. Hwarakadah..
Langkah 2: Diliatin businya. Ternyata masih bagus. Feelingku tambah gak enak..
Langkah 3: Dengan berat hati akhirnya kami merelakan bapak itu mempreteli sepeda kami. Whaaa..bakal panjang ceritanya. Adekku sudah pasang muka manyun. Iseng-iseng kubisikkan ke telinganya, “Gara-gara parkir depan kuburan kali, Dek”.
“Masa sih?” dia setengah percaya gak percaya.
“Yee, aku kan becanda. Mana mungkinlah..” batinku
Berhubung takut dikerjain sama tukang bengkelnya, akhirnya aku berinisiatif menelpon seseorang, si Abang. Paling gak dia kan tau mesin. Syukurlah, lagi gak sibuk dan bisa diganggu.
Lebih dari sejam, sepeda diutak-atik tapi belum menampakkan hasil menggembirakan. Adek mulai gelisah, begitupun aku. Laper? Jelas..mana belum sarapan tadi pagi.
“Kayaknya harus dibawa ke bengkel resmi Yamaha, Mbak” cetus bapaknya dengan enteng.
“What??” jeritku dalam hati. “Trus bawa kesananya piye??”. Kugaruk-garuk kepalaku yang asli bebas ketombe itu. (pede amat, Jeung..)
“Ya udah, Rient. Aku coba cari dealer di dekat sini, sapa tau ada mobil yang bisa angkut” tawar si Abang memberi solusi. Wah, ide bagus tuh..aku mulai tersenyum lagi. Meluncurlah si Abang kemudian. Wuuzzz..
Dengan penuh harapan aku menunggu kabar baik sambil melihat si Bapak memasang kembali bodi yang dipreteli. Pas finishing touch, Bapak itu nyoba starter sekali lagi..dan..Breeeeemmm!! lha, keajaiban itu terjadi, Mioku bisa idup euy..aku dan adek berpandangan takjub. Yes! Gak jadi mogok..sorakku (dalam hati tentunya)
Kutelpon si Abang bahwa sepedanya udah bisa idup lagi. Dia ikut seneng, walo sebenarnya udah hampir dapet mobil pengangkutnya. Well, nice try, guy! He2..
Sebelum cabut dari bengkel dapet nasehat penting dari si Bapak, kalo aki harus sering-sering di cek kondisi airnya dan dua bulan sekali disetrum. So, biang masalahnya adalah voltase aki yang gak stabil. Pelajaran berharga buat kami berdua yang awam mesin. (Payah..)
Pelajaran moral yang kupetik dari pengalaman ini:
1.Jangan cuma mau pake doang, rajin-rajinlah men-check up sepeda motor kalau-kalau ada masalah sehingga tidak menjadi parah.
2.Mintalah tolong pada seseorang jika kamu awam terhadap mesin sehingga tidak perlu merasa parno sama orang bengkelnya.
3.Jangan percaya kalo penyebab kendaraan mogok karena ‘dikerjain’ coz parkir di depan kuburan. Selain gak masuk akal juga..DOSA tauk..he2, itu kan Syirik namanya! Only superstition..
Yaaa gitu deeeh kisah ngambeknya si Kuda Biru gara-gara kurang perhatian..We’ll do a better treatment next time! I promise U..he2..

Belum Ada Judul  

Posted by Sweetkimitha



All your eyes have ever seen
All you’ve ever heard, is etched upon my memory
I spoken through my words
All that I take with me, is all you’ve left behind
We’re sharing one eternity, living in two minds
Linked by an endless thread, impossible to break

The shortest song from the greatest band Dream Theater
Cuma satu menit tapi dalem..
Koq bisa yah bisa bikin lirik seperti ini :
“We’re sharing one eternity, living in two minds”

Four thumbs up! (Jempol kaki terpaksa juga ikutan deh..he2..)

Hard to say “I’m Sorry”, Harder to say “I forgive U”..  

Posted by Sweetkimitha


Mungkin emang udah dari sononya kalo aku terlahir menjadi orang yang cenderung pendiem (apalagi kalo di lingkungan baru..), pemikir, perfeksionis dan gak gampang lupa..Halah koq sifat-sifat jelek semua yang disebutin yah? :-p Singkatnya, aku memang seorang Virgo sejati deh, he2..sebenarnya relatif siy, tergantung yang menilai. Terutama sifat gak gampang lupa itu. Di satu sisi sangat menguntungkan, yaitu dalam soal hapal-menghapal aku cukup bisa diandalkan. Cuma ya gitu deh..ada sisi negatifnya. I mean, aku adalah orang yang tidak mudah melupakan perbuatan dan perlakuan buruk orang lain terhadapku. Dalam (hampir) semua kasus memang aku tidak sampai ke tahap pingin balas dendam, tapi itu juga bukan berarti aku memaafkan dengan mudah juga. Whew! Repot deh..

Beberapa hari yang lalu, seorang sodaraku curhat tentang suasana kerja di kantornya yang akhir-akhir ini kurang bersahabat dengannya. Dari rekan kerja yang nyolot dan sirik melihat angka penjualannya bertambah, ato rekan yang becandanya sadis. Dia bercerita dengan mata berkaca-kaca (saking sebelnya kali yah?). “Apa salahku coba? Selama ini aku selalu ada di jalur yang benar dan gak pernah macem-macem” keluhnya. Hmm..it’s a quite hard stuff! Akhirnya aku pun bercerita tentang pengalamanku juga. Bagaimana menghadapi seseorang yang sepertinya (emang bener dink..) merasa tidak terlalu nyaman dengan keberadaanku. Seringkali kudapati sikapnya yang dingin saat berhadapan denganku, padahal aku tahu banget kalo dengan yang lain dia bisa menjadi amat ramah dan hangat. Sumpah! waktu itu aku kheki berat gara-gara diperlakukan seperti itu (Salahku apa??). Tapi kemudian kupikir, Buat apa? Kenapa? Sepenting apa? Toh, yang aku dapatkan cuma pikiranku yang semakin ‘capek’. So..the next thing I do is CUEX. “Selama lo gak nyenggol gw, it’s OK! Go on..”

Sulit memang kalo dihadapkan dengan orang yang berpenyakit hati dengan keluhan umum SIRIK itu. Bahkan saat kita bertanya-tanya “Emang ada ya dari diri gue yang bisa disirikin orang?”, hingga pada akhirnya berkesimpulan bahwa “I’m jas a kind of humble person”, teteup gak ketemu jawabannya. As matters come to a head, satu cara yang akhirnya kutempuh menghadapi hal semacam ini, yaitu aku akan menyapanya baik-baik, dalam hatiku membatin kalo sikapnya tidak melunak maka aku akan minta maaf. Kemudian dia kelimpungan gitu deh karena sebenarnya aku memang tidak berbuat salah..dan saat dia akan meminta maaf balik, itulah momen tersulit yang harus kulewati, bahwa aku HARUS memaafkan dan melupakan semua perbuatannya. Huff! Memang benar bahwa memberi maaf jauh lebih sulit dari meminta maaf. Jelas! Jujur waktu itu aku masih belum bisa langsung tulus memberi maaf padanya.
Tapi aku bertekad bahwa aku harus bisa..Other can, I can! Ya kan?

Mungkin itu adalah salah satu hal yang harus terus kupelajari seiring dengan bertambah usia..semestinya aku bertambah dewasa juga. Bagaimanapun dendam itu diibaratkan seperti kanker. Mula-mula kecil tapi lama-lama akan menjadi besar dan menjalar ke seluruh tubuh. *sambil bayangin luka bernanah yang kronis..lol* Hiiiiy!! Naudzubillah..

When it’s all over, it’s not who you were.. It’s whether U made a difference..